Pagelaran busana di hutan jati Gunungkidul pecahkan rekor MURI

2 bulan yang lalu    

Merdeka.com - Jika biasanya para peragawati dan peragawan berlenggak-lenggok di atas catwalk, ini ada pemandangannya yang berbeda. Di daerah Gedangsari, Gunungkidul, DIY, puluhan model justru berlenggak-lenggok di tengah hutan jati. Pagelaran busana ini pun mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penyelenggaraan pagelaran busana pertama kali di hutan jati di Indonesia.

Dalam pemecahan rekor MURI ini, sebanyak 90 baju dari para desainer ditampilkan. Di antaranya adalah karya Indonesia Fashion Chamber (FC) seperti Lia Mustafa, Dany Paraswati, Phillip Iswardono, Ratih Kristiani, Amin Hendra dan Dandy T Hidayat yang berkolaborasi dengan karya batik siswa SD hingga SMKN 2 Gedangsari dan UKM Batik Gedangsari. 

"Kami bersyukur dapat meraih rekor MURI untuk pagelaran busana pertama di tengah hutan jati. Hutan jati yang digunakan untuk pameran sendiri bernama Hutan Wanajati," ujar Kepala Desa Tegalrejo, Sugiman, Rabu (30/8).

Sugiman menuturkan desain batik Gedangsari memiliki motif buah-buahan. Motif buah yang digunakan di antaranya adalah buah pisang dan srikaya yang tumbuh subur di Gedangsari. Selain itu ada pula motif batik yang digunakan para model yang mengambil motif pohon bambu dan pohon jati.

"Semua motif batik yang dibuat para desainer mengambil motif dari apa yang ada di sekitar desa kami. Motif-motif ini menunjukkan kekayaan wilayah Gedangsari akan menginspirasi banyak orang," tutur Sugiman.

Selain memecahkan rekor MURI untuk pagelaran busana pertama di hutan jati, Desa Tegalrejo juga memecahkan rekor membatik lintas generasi. Sebanyak 123 orang pembatik dari usia anak-anak hingga lansia ikut serta dalam kegiatan ini.

"Pemecahan rekor membatik lintas generasi ini diikuti oleh 123 pembatik dari usia 5 tahun hingga 70 tahun. Penyelenggaraannya dilakukan di halaman SD Negeri Tengklik," pungkas Sugiman.

Reporter : Purnomo Edi




Komentar Artikel "Pagelaran busana di hutan jati Gunungkidul pecahkan rekor MURI"